Essai Restu Nisa

 Nama : Restu Nisa

Prodi : PGSD

Semester : 3


       KETEPATAN  MENGGUNAKAN EJAAN, MENCERMINKAN KECERMATAN BERBAHASA

    Masyarakat Indonesia yang heterogen menyebabkan munculnya sikap yang beragam terhadap penggunaan bahasa yang ada di Indonesia, yaitu (1) sangat bangga terhadap bahasa asing, (2) sangat bangga terhadap bahasa daerah, dan (3) sangat bangga terhadap bahasa In­donesia.

   Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (disingkat PUEBI) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 2015 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015. PUEBI ini menyempurnakan dan menggantikan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). EYD merupakan tata cara penulisan huruf, kata, dan kalimat sesuai dengan standardisasi yang telah disepakati dalam kaidah bahasa Indonesia. Ejaan sebagai pedoman berbahasa yang saat ini digunakan sebagai tolok ukur, tercipta tidak luput dari hasil kesepakatan bersama oleh seluruh komponen bangsa.

   Manfaat mempelajari PUEBI sejak dini sama halnya menghargai bahasa negara sendiri, sekaligus melestarikan bahasa persatuan. PUEBI menjadikan bagian tertib ilmu yang seharusnya dipatuhi agar bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa kebanggaan. Sudah seharusnya penggunaan PUEBI diindahkan dengan baik dan benar dalam surat-menyurat, karya tulis, pidato kenegaraan, naskah buku dan lain-lain.

   Shoim menuturkan, apresiasi prinsipnya adalah membaca. Bahkan, perintah Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang pertama kali adalah Iqra’, atau perintah membaca. Dalam kaitan apresiasi sastra, tugas guru adalah bagaimana mengajak siswa menjadikan membaca sebagai kebiasaan. Dari kebiasaan membaca tersebut, diharapkan akan muncul keterampilan berbicara dan menulis bagi para siswa.

Komentar