Tugas membuat Essai
Nama : Siti Muspiroh
Nim : 208620700124
Prodi : PGSD
Smstr : 3
Tema : Pendidikan Bahasa Indonesia
Judul : Perbanyak literasi sama dengan memperbanyak ragam bahasa
"PERBANYAK LITERASI SAMA DENGAN MEMPERBANYAK RAGAM BAHASA"
Semakin maju ilmu teknologi dizaman sekarang semakin mudah pula masyarakat untuk mengakses barang yang dibutuhkan dengan mudah tanpa harus keluar rumah. Namun, tidak semua masyarakat tergantung dengan kemajuan teknologi, terkadang sebagian masyarakat masih kolot dalam hal teknologi sehingga menjadikan mereka tidak tergantung terhadap teknologi. Sebagai pengguna teknologi kita pun harus tau dampak apa yang akan terjadi dari teknologi tersebut. Karena semua hal yang ada disekitar kita pasti ada dampak positif dan negatifnya.
Didalam essai yang saya buat ini saya tidak akan membahas apa itu teknologi, tetapi yang akan saya bahas adalah tentang literasi yang akan memperbanyak ragam bahasa kita. Mungkin masih bersangkutan dengan teknologi karena zaman sekarang ini semua serba teknologi. Karena sekarang banyak sekali media yang menggunakan aplikasi, dari berbelanja, membaca dan lain sebagainya.
"UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!" Data dari Kominfo
Dari pernyataan diatas sudah sangat jelas, sikap orang Indonesia lebih kepada tindakan dan ucapan yang kasar. Karena, mereka tidak membaca bagaimana berbahasa yang baik dan benar. Jika mereka memperbanyak literasi dan membaca tidak akan mungkin mereka bisa menggunakan kata-kata yang kasar. Sebenarnya literasi ini sangat bagus untuk kita pelajari karena proses dalam literasi tersebut selalu ada kata-kata yang kita tidak tahu menjadi tahu. Sehingga kosakata kita akan bertambah dan beragam.
Kita sebagai pemuda harus lah pintar-pintar dalam menggunakan teknologi. Literasi tidak bisa dijadikan alasan karena tidak ada buku. Zaman sekarang perpustakaan online sudah banyak, jurnal juga ada. Jadi, hal seperti itu janganlah dijadikan alasan, sebagai pemuda kita harus miliki wawasan yang luas karena jalan kita sebagai pemuda masihlah panjang.
"Ironisnya, meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia. Juara deh. Jakarta lah kota paling cerewet di dunia maya karena sepanjang hari, aktivitas kicauan dari akun Twitter yang berdomisili di ibu kota Indonesia ini paling padat melebihi Tokyo dan New York. Laporan ini berdasarkan hasil riset Semiocast, sebuah lembaga independen di Paris." Data dari Kominfo
Sudah sangat jelas sekali pernyataan diatas, seharusnya kita sebagai pemuda yang cerdas harus mampu mengimbangi antara penggunaan gadget tersebut. Karena literasi tidak dipatok harus membaca yang mana. Semua buku bisa dibaca karena itu adalah literasi. Sedangkan untuk menambah ragam bahasa tidak hanya di kamus bahasa saja, didalam komik, koran, novel cerpen dan lain-lain pun akan ada banyak ragam bahasa yang asing.
Karena menurut saya orang yang cerdas adalah orang yang memiliki ragam bahasa yang banyak dan pengetahuan yang luas. Karena mereka selain menambah bahasa menambah pengetahuan juga. Buat teman-teman perbanyaklah literasi agar agar bahasa kalian semakin berkembang dan ilmu semakin bertambah manfaat segala teknologi yang ada disekitar kita.
"Dengan membaca kita akan mengenal isi dunia dan dengan menulis kita akan dikenal dunia"
By: Siti Muspiroh
Komentar
Posting Komentar